minggu ini saya merasa agak sedikit panik, ini berkaitan dengan masalah ujian skripsi saya. minggu depan dosen penguji saya akan pergi keluar kota selama 1 minggu, otomatis saya harus ujian dalam minggu ini karena batas akhir pendaftaran pendadaran tanggal 5 agustus.
masalahnya bukan hanya ujian, tapi prosedur untuk mengikuti ujian di kampus saya agak repot, harus minta tanda blangko ke bapendik, lalu kejurusan, lalu kebapendik lagi, baru ke dosennya dan untukmelalui semua prosedur itu tentulah saya harus sering dikampus tapi saya tidak bisa karena kebetulan saya sedang magang.
Kemarin akhirnya saya minta izin atasan untuk ke kampus menjelang jam istirahat, saya putuskan naik angkot walaupun jarak tempuh nya menjadi lebih jauh dan memakan waktu tapi apa daya karena saya memang tidak punya kendaraan. setelah berganti angkot dua kali dan akhirnya tiba di kampus, tapi ternyata mungkin kesabaran saya sedang diuji, dosen yang saya cari sedang rapat jurusan di sebuah rumah makan dan katanya tidak balik lagi ke kampus. akhirnya tampa hasil saya balik lagi ke kantor tempat saya magang bersama angkot kesayangan tanpa membawa hasil.
lalu saya berfikir jika saya tidak bisa dapat tanda tangan besok, maka saya terancam tidak bisa memakai toga bulan depan, tapi saya juga tidak bisa izin magang terus, jika saya punya kendaraan mungkin agak ringan,1 jam saat istirahat mungkin cukup jika dengan kendaraan pribadi karena tidak perlu muter-muter dengan rute angkot atau saya bisa menemui dosen tersebut dimalam hari dirumahnya tapi dikota saya tidak ada anggkot di malam hari.
Tapi saya berusaha untuk selalu optimis, entah bagaimana caranya saya yakin pasti ada jalan. dan ternyata tadi malam saat saya bertemu dengan sahabat saya dan bercerita tentang apa yang saya alami di siang hari tadi. dia menawarkan pada saya untuk memakai kendaraannya dulu karena kebetulan dia memiliki dua kendaraan, dia bilang saya boleh pake sampe semua urusan saya selesai.
awalnya saya tidak mau karena tidak enak meminjam barang orang lama-lama, tapi dia menyakinkan saya, bahwa saat ini saya memang butuh kendaraan dan dia sedang tidak memakai kendaraannya. akhirnya saya putuskan untuk menerima tawarannya. ah..akhirnya saya bisa lebih mobile sekarang
terimakasih untuk sahabat yang sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri, terimakasih atas kendaraannya, terimakasih untuk sebuah persahabatan yang indah…
Tapi kesabaran saya tetap diuji, hari ini saat jam istirahat tiba saya segera melesat menuju kampus dengan kendaraan pinjaman hehehe…tapi ternyata begitu sampai kampus dosen yang saya temui baru saja pulang huh…sedih rasanya, tapi saya tak putus asa, saya ingin menyusul kerumah dosen tersebut, saya pun bergegas ke bagian kepegawaian untuk meminta nomor telpon dan alamat rumah. begitu saya dapat langsung saya telpon tapi ternyata dosen tersebut tidak memperbolehkan saya kerumahnya, dia menyuruh saya besok menemui beliau dikampus. padahal jika besok baru dapat tanda tangan maka surat tugas ujian baru bisa saya dapat jumat atau sabtu nanti dosen penguji saya keburu pergi keluar kota. tapi saya tak patah arang saya dapet info dari dosen lain bahwa dosen yang ingin saya temui nanti malam menagajar kuliah ekstensi. maka saya menghubungi lagi beliau dan meminta diizin menemui beliau dikampus sebelum beliau mengajar. akhirnya beliau mengizinkan saya menemuinya. alhamdulilah
Permasalahan saya memang belum selesai, tapi saya sudah menemukan sedikit titik terang, dan saya semakin yakin bahwa disetiap kesulitan pasti ada kemudahan. dan jika satu pintu kemudahan tertutup pasti ada pintu lain yang terbuka jika saja kita mau bersabar…dan tidak sibuk meratapi pintu yang tertutup itu.
doakan saya semoga saya bisa, menggunakan toga bulan depan.amin